Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran

Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran mempunyai tugas melakukan tugas kedinasan di bidang pengelolaan sampah, limbah B3 dan pengendalian pencemaran.



Bidang  Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalaian Pencemaran mempunyai fungsi :




  1. pembinaan penyiapan bahan petunjuk teknis;

  2. pembinaan penyiapan sarana dan prasarana;

  3. pembinaan penyiapan bahan penyusunan program;

  4. pembinaan penyiapan bahan rancangan produk hukum daerah;

  5. pembinaan penyusunan informasi pengelolaan sampah tingkat kabupaten;

  6. pembinaan penetapan target pengurangan sampah dan prioritas jenis sampah untuk setiap kurun waktu tertentu;

  7. penegendalian perumusan kebijakan pengurangan sampah;

  8. pembinaan pemanfaatan kembali sampah dari produk dan kemasan produk serta perumusan kebijakan          penanganan sampah di kabupaten;




  1. pembinaan dan pengendalian pembatasan timbunan sampah kepada produsen/industri;

  2. pembinaan penggunaan bahan baku produksi dan kemasan yang mampu diurai oleh proses alam;

  3. pembinaan pendaur ulangan sampah dan penyediaan fasilitas pendaur ulangan sampah;

  4. pembinaan dan pengendalian pemilahan, pengumpulan,  pengangkutan dan  pemrosesan akhir sampah serta penyediaan sarana dan prasarana penanganan sampah;

  5. pengendalian pemungutan retribusi atas jasa layanan pengelolaan sampah;

  6. pengendalian penetapan lokasi Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), Tempat Pemerosesan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pemerosesan Akhir (TPA) sampah;

  7. pengendalian dan pengawasan terhadap tempat pemrosesan akhir dengan sistem pembuangan open dumping, dan sistem pembuangan sanitary landfiil;

  8. pembinaan dan pelaksanaan kerjasama dengan kabupaten/kota lain dan kemitraan dengan badan usaha pengelola sampah/B3 dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah/B3;

  9. pembinaan Pengembangan investasi dalam usaha pengelolaan sampah;

  10. pembinaan pelaksanaan pemantauan dan pengawasan penyimpanan sementara limbah B3 dalam satu daerah;

  11. pembinaan penyusunan kebijakan perizinan pengumpulan dan pengangkutan limbah B3 (pengajuan, perpanjangan, perubahan dan pencabutan) dalam satu daerah kabupaten;

  12. pembinaan pelaksanaan dan penerbitan  perizinan bagi pengumpul limbah B3;

  13. pembinaan pelaksanaan perizinan pengangkutan limbah B3 menggunakan alat angkut dilakukan dalam satu daerah kabupaten dan pelaksanaan perizinan penimbunan limbah B3 dilakukan dalam satu daerah kabupaten;

  14. pengendalian pelaksanaan pemberian rekomendasi  perizinan pemusnahan limbah B3;

  15. pembinaan dan pengendalian pengawasan terhadap pengolahan, pengangkutan dan penimbunan limbah B3;

  16. pembinaan penyusunan kebijakan pengakuan keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA), kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak MHA terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;

  17. pembinaan pengembangan materi dan  metode dan pelaksanaan diklat serta penyuluhan LH;

  18. pembinaan peningkatan kapasitas instruktur dan penyuluh LH;

  19. pembinaan pengembangan kelembagaan kelompok masyarakat peduli LH;

  20. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan;

  21. pelaksanaan koordinasi dengan instansi dan/atau lembaga terkait lainnya; dan

  22. pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya  yang diberikan oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya